Kenangan lebaran

October 20th, 2006 by taufiek

Waktu kecil dulu, saat menjelang lebaran kayak gini yg paling
dipikirin adalah baju baru. Maklum, lebaran sangat identik dengan baju baru. Kayaknya, kalo gak pake baju baru, sama aja gak lebaran. Tradisi ini ternyata gak cuma ada disatu daerah aja, tapi diseluruh penjuru nusantara alias berskala nasional. Jadi lebaran = hari bergaya nasional.

Dan,
buat memenuhi tradisi tersebut usaha apa pun dilakukan, khususnya oleh
orang tua untuk memenuhi kebutuhan (baju baru) anaknya. Gak peduli
orang kaya maupun orang miskin, semua tumpah ruah ke pasar,
cuma mungkin pasarnya aja yg berbeda. Ada yang ke pasar becek ata juga yang ke pasar yang ber AC. Uangnya pun gak tau dari mana,
ada yg ngandelin THR dari kantor, ada yg harus jual barang, ngutang,
dan sumber-sumber dana lainnya. Pokoke gak peduli duitnya dari mana, yg
penting anak pake baju baru pas lebaran, mungkin prinsip itu yg ada
dikepala sebagian besar orang tua (dan sekarang ini juga gue rasain).

Tingginya daya beli menjelang
lebaran juga ditangkap sebagai peluang oleh orang-orang yg jeli
terhadap peluang bisnis. maka, lahir lah pedagang-pedagang dadakan, yg
hanya berdagang selama bulan puasa, 2 minggu menjelang lebaran atau yg
lebih ekstrem lagi hanya berdagang beberapa hari menjelang lebaran.

Kebetulan keluarga gue punya sebuah toko kecil di pusat pertokoan bekasi. Dan, menjelang lebaran biasanya merupakan masa "panen". Maksudnya, pendapatan pada hari-hari terakhir puasa bisa beberapa kali lipat dari hari-hari biasa. Bahkan, khusus malam takbiran, pendapatan yang kami peroleh bisa 10 kali lipat dari pendapatan hari biasa. Selain karena jumlah pembeli yang memang berkali-kali lipat dari jumlah pembeli di hari biasa, waktu buka toko pun berbeda. Kalau hari biasa, paling banter jam 9 malam toko sudah tutup, tapi di malam takbiran, kalau azan subuh belum berkumandang, toko belum tutup. Bahkan, ada banyak toko yg buka sampai pagi (menjelang shalat ied).

Pasar dimana kami memiliki toko itu memang berbeda dengan pasar-pasar lainnya, bahkan berbeda dengan pasar baru bekasi (depan terminal bekasi) yg hanya berjarak beberapa ratus meter. Dimalam takbiran, pasar baru bekasi sudah tutup sebelum azan maghrib. Tapi, ditempat kami, semakin malam semakin ramai pengunjung. Bahkan, antara jam 1-3 dini hari merupakan puncaknya.

Dan di malam takbiran itu, seluruh anggota keluarga kami ikut membantu di pasar. Tapi karena seluruh kakak gue adalah perempuan, maka mulai pukul 1 dini hari, satu per satu diantar pulang (kebetulan rumah kami tidak jauh dari pasar), hingga akhirnya tinggal gue dan (alm) bokap (I miss u dad) yang tersisa di toko.

Melelahkan memang, tapi semua itu penuh arti. Dulu kami masih bersatu, saling membantu, dan kompak. Gimana bokap bisa memainkan perannya sebagai seorang pemimpin sejati (we all miss u dad). Sekarang, semua tinggal kenangan yang tidak akan pernah terulang…

Selanjutnya, ini merupakan pesan singkat pengantar Idul Fitri

Di
hari yang suci ini sepantasnya lah kita saling bermaafkan, memohon maaf
bila ada kesalahan yang sengaja maupun tidak sengaja
terucapkan…semoga amal ibadah yang kita lakukan di bulan yg suci ini
diterima Allah SWT…Amiiinnn..

Taqqoballahu minna wa minkum….mohon maaf lahir dan batin….

Taufik Hidayat & Keluarga

Nikmatnya Rasa Sakit yang Allah Anugerahkan

October 19th, 2006 by taufiek

Ada yang nonton acara reality show Oprah Winfrey, hari Sabtu 9 Sept 2006 yang lalu di MetroTV ?
Pada
acara tersebut ditampilkan seorang gadis mungil berusia 5 tahun, asal
USA, mengenakan kacamata plastik (mirip kacamata renang), lucu, manis,
secara fisik terlihat normal (agak gemuk), dan berperilaku seperti
anak-anak seusianya pada umumnya.

Hanya saja, si gadis kecil ini
mengidap suatu penyakit bawaan sejak lahir yang sangat langka, yaitu
tidak memiliki rasa sakit (tidak memiliki syaraf rasa sakit) di sekujur
tubuhnya.

Sejak bayi, si kecil jarang rewel, atau menangis. Hanya terkadang suhu badannya yang menghangat.
Penyakit
bawaan yang diderita si kecil itupun baru diketahui (kalau tidak salah)
ketika sang bocah mencolok-colok matanya karena gatal, dan tidak
menangis kesakitan. Hanya saja darah tetap mengalir keluar. Akibat
kejadian tersebut, satu matanya menjadi buta. Setelah kejadian itu,
barulah dikenakan kacamata khusus untuk melindunginya.

Pernah
suatu ketika, ketika gigi si kecil sudah tumbuh, saat kedua orangtuanya
agak lengah, si kecil sedang asyik menggigit-gigit jari tangannya
sendiri hingga hancur. Tentu saja si kecil tidak tetap tenang karena
sama sekali tidak merasakan sakit.

Sebagai pencegahan, akhirnya
diputuskan untuk mencabut semua giginya, tanpa sisa. Terutama sebagai
pencegahan agar dia tidak sampai mengunyah lidahnya sendiri karena akan
dianggap sebagai permen karet !!!!

Karena kejadian-kejadian
itulah, si kecil mendapat ‘perhatian dan pengawasan extra’ dari seluruh
anggota keluarganya (kedua orang tuanya dan sang kakak). Karena dia
telah kehilangan sensitifitas akan adanya bahaya bahaya yang bisa
menimpanya, hingga kini.

<!–
D(["mb","   Termasuk Rasa Sakit  yang seringkali kita tidak sabar untuk menghadapinya.
  "Ya Rabbi kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, peliharalah kami dari siksa neraka"

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
   http://groups.yahoo.com/group/jurnalisme/

<*> Your email settings:
   Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
   http://groups.yahoo.com/group/jurnalisme/join
   (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
   mailto:jurnalisme-digest@yahoogroups.com
   mailto:jurnalisme-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
   jurnalisme-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
   http://docs.yahoo.com/info/terms/

",0]
);

//–>Semoga bermanfaat, dan bisa menjadi pelajaran bagi kita semua. Dan kita kembali merenungi dan mensyukuri semua nikmat yang telah
diberikan allah SWT kepada kita dan meyakini bahwa segala ciptaan dan
pemberian Allah SWT adalah tidak sia-sia, termasuk Rasa Sakit yang seringkali kita tidak sabar untuk menghadapinya.
"Ya Rabbi kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, peliharalah kami dari siksa neraka"

* dikutip dari milis jurnalisme

Cerita yang menarik

October 18th, 2006 by taufiek

Ini ada cerita yg bagus bangat, fwd imel temen… moga bisa mengambil hikmah dari cerita ini


"Papa Baca Keras-Keras Ya Pa, Supaya Jessica Bisa
Denger"

 

Pada suatu malam Benny, seorang eksekutif sukses,
seperti biasanya sibuk memperhatikan berkas-berkas
pekerjaan kantor yang dibawanya pulang
kerumah, karena keesokan harinya ada rapat umum yang Sangat penting dengan para pemegang saham. Ketika ia sedang asyik menyeleksi dokumen
kantor tersebut, Putrinya Jessica datang mendekatinya, berdiri
tepat disampingnya, sambil memegang buku cerita baru.
Buku itu bergambar seorang peri kecil yang imut, sangat menarik perhatian Jessica, "Pa liat"! Jessica berusaha menarik perhatian ayahnya. Benny menengok ke arahnya, sambil
menurunkan kacamatanya, kalimat yang keluar hanyalah
kalimat basa-basi "Wah,. buku baru ya Jes?", "Ya papa" Jessica
berseri-seri karena merasa ada tanggapan dari ayahnya. "Bacain Jessi dong Pa" pinta Jessica lembut, "Wah papa sedang
sibuk sekali, jangan sekarang deh" sanggah Benny dengan cepat. Lalu ia segera
mengalihkan perhatiannya pada kertas-kertas yang berserakkan didepannya, dengan serius. 

Jessica bengong sejenak, namun ia belum menyerah. Dengan
suara lembut dan sedikit manja ia kembali merayu
"pa, mama bilang papa mau baca untuk Jessi" Benny mulai agak kesal, "Jes papa sibuk, sekarang Jessi
suruh mama baca ya" "Pa, mama cibuk terus, papa liat
gambarnya lucu-lucu", "Lain kali Jessica, sana! papa lagi
banyak kerjaan" Benny berusaha memusatkan
perhatiannya pada lembar-lembar kertas tadi, menit
demi menit berlalu, Jessica menarik nafas panjang dan tetap
disitu, berdiri ditempatnya penuh harap, dan tiba-tiba ia mulai lagi. "Pa,.. gambarnya bagus, papa pasti suka", "Jessica,
PAPA BILANG, LAIN KALI!!" kata Benny
membentaknya dengan keras, Kali ini Benny
berhasil, semangat Jessica kecil terkulai,
hampir menangis, matanya berkaca-kaca dan ia bergeser
menjauhi ayahnya "Iya pa,. lain kali ya pa?"

Ia masih sempat mendekati ayahnya dan sambil menyentuh lembut tangan ayahnya ia menaruh buku cerita di pangkuan sang Ayah. "Pa kalau
papa ada waktu, papa baca keras-keras ya pa,
supaya Jessica bisa denger". Hari demi hari telah berlalu, tanpa
terasa dua pekan telah berlalu namun permintaan Jessica
kecil tidak pernah terpenuhi, buku cerita Peri Imut, belum pernah dibacakan bagi dirinya. Hingga suatu sore terdengar
suara hentakan keras "Buukk!!" beberapa tetangga melaporkan
dengan histeris bahwa Jessica kecil terlindas kendaraan
seorang pemuda mabuk yang melajukan kendaraannya dengan
kencang didepan rumah Benny.

Tubuh Jessica mungil terhentak beberapa meter, dalam keadaan yang begitu panik ambulance didatangkan secepatnya, selama perjalanan menuju
rumah sakit, Jessica kecil sempat berkata dengan begitu lirih
"Jessi takut Pa, Jessi takut Ma, Jessi sayang papa
mama" darah segar terus keluar dari mulutnya hingga ia
tidak tertolong lagi ketika sesampainya di rumah sakit terdekat.

Kejadian hari itu begitu mengguncangkan hati nurani Benny, Tidak ada lagi waktu tersisa untuk
memenuhi sebuah janji. Kini yang ada hanyalah penyesalan. Permintaan sang buah hati yang sangat sederhana,.. pun
tidak terpenuhi. Masih segar terbayang dalam ingatan Benny tangan mungil anaknya yang memohon kepadanya untuk membacakan sebuah cerita, kini
sentuhan itu terasa sangat berarti sekali,
",…papa baca keras-keras ya Pa, supaya Jessica bisa denger"
kata-kata Jessi terngiang-ngiang kembali.

Sore itu setelah segalanya telah berlalu, yang tersisa hanya keheningan
dan kesunyian hati, canda dan riang Jessica kecil tidak akan
terdengar lagi, Benny
mulai membuka buku cerita peri imut yang diambilnya perlahan
dari onggokan mainan Jessica di pojok ruangan. Bukunya sudah
tidak baru lagi, sampulnya sudah usang dan koyak.
Beberapa coretan tak berbentuk menghiasi lembar-lembar
halamannya seperti sebuah kenangan indah dari Jessica kecil.

Budi menguatkan hati, dengan mata yang berkaca-kaca ia membuka halaman pertama dan membacanya dengan sura keras, tampak sekali ia
berusaha membacanya dengan keras, Ia terus
membacanya dengan keras-keras halaman demi halaman, dengan
berlinang air mata. "Jessi dengar papa baca ya" selang
beberapa kata,.. hatinya memohon lagi "Jessi papa mohon
ampun nak", "papa sayang Jessi" Seakan setiap kata dalam bacaan itu begitu menggores lubuk hatinya, tak kuasa menahan itu
Benny bersujut dan menangis,.. memohon satu kesempatan lagi
untuk mencintai. 

Seseorang yang mengasihi selalu mengalikan kesenangan dan membagi
kesedihan kita, Ia selalu memberi PERHATIAN
kepada kita karena ia peduli kepada kita. 

ADAKAH "PERHATIAN TERBAIK" ITU BEGITU MAHAL BAGI MEREKA ?

BERILAH "PERHATIAN TERBAIK" WALAUPUN ITU HANYA SEKALI

Bukankah Kesempatan untuk memberi perhatian kepada orang-orang yang kita

cintai itu sangat berharga ?

 

DO IT NOW

Berilah "PERHATIAN TERBAIK" bagi mereka yang kita cintai.

LAKUKAN SEKARANG !! KARENA HANYA ADA SATU KESEMPATAN

UNTUK MEMPERHATIKAN DENGAN HATI KITA

 

Kisah ini pernah di Tulis dalam MAJALAH HATI BARU Vol. 3 No. 11, April
2001

BELAJAR DARI WAJAH

October 5th, 2006 by taufiek

 

Subhanallah,
walaupun kulitnya tidak putih, tetapi ketika memandang
wajahnya… sejuk
sekali! Senyumnya begitu tulus meresap ke relung kalbu
yang paling dalam.
Menarik sekali jika kita terus-menerus belajar
tentang fenomena apa pun yang
terjadi dalam kehidupan ini. Salah satunya
adalah wajah. Wajah? Ya, wajah.
Wajah bukan hanya masalah bentuk, yang
utama adalah pancaran yang tersemburat
dari si pemilik wajah tersebut.

Ketika pagi menyingsing misalnya,
tekadkan dalam diri, ”Saya ingin tahu
wajah yang paling menenteramkan hati
itu seperti apa? Wajah yang paling
menggelisahkan itu bagaimana?” Karena,
pasti hari ini kita akan banyak
bertemu dengan wajah orang per orang.

Saat berjumpa dengan orang, kita bisa belajar ilmu tentang wajah,
karena
setiap wajah memberikan dampak yang berbeda-beda kepada kita. Ada
yang
menenteramkan, ada yang menyejukkan, ada yang menggelikan, ada
yang
menggelisahkan, dan ada pula yang menakutkan. Menakutkan?
Mengapa?
Apakah karena bentuk hidungnya? Tentu saja tidak! Sebab ada
yang
hidungnya mungil, tapi menenteramkan. Ada yang sorot matanya
tajam
menghunjam, tapi menyejukkan. Ada yang kulitnya hitam, tapi
penuh
wibawa.

Aa pernah berjumpa dengan seorang ulama dari Afrika di
Masjidil Haram.
Subhanallah, walaupun kulitnya tidak putih, tidak kuning,
tetapi ketika
memandang wajahnya… sejuk sekali! Senyumnya begitu tulus
meresap ke
relung kalbu yang paling dalam. Sungguh bagai disiram air
menyegarkan
pada siang hari.

Kalau hari ini kita berhasil menemukan
wajah seseorang yang
menenteramkan, maka cari tahu mengapa dia bisa memiliki
wajah seperti
itu. Tentu kita akan menaruh hormat kepada dia. Betapa
senyumannya yang
tulus, pancaran wajahnya tampak sekali ia ingin
membahagiakan siapa pun
yang menatapnya. Sebaliknya, bagaimana kalau kita
menatap raut wajah
yang berlawanan? Wajahnya bengis, struktur katanya ketus,
sorot matanya
kejam, senyumannya sinis, dan sikapnya pun tidak ramah. Ini pun
perlu
kita pelajari.

Ambillah kelebihan dari wajah yang menenteramkan
dan menyejukkan tadi
menjadi bagian dari wajah kita, dan buang jauh-jauh raut
wajah yang
tidak menenteramkan. Tidak ada salahnya jika kita evalusi diri di
depan
cermin. Tanyalah, raut seperti apakah yang ada di wajah ini?

Memang, ada di antara hamba-hamba Allah yang bibirnya didesain agak
berat
ke bawah. Kadang-kadang menyangkanya dia kurang senyum, sinis,
atau kurang
ramah. Subhanallah, bentuk seperti ini pun karunia Allah
yang patut disyukuri
dan bisa jadi ladang amal bagi siapa pun yang
memilikinya untuk berusaha
senyum ramah lebih maksimal lagi.

Bagi wajah yang untuk seulas senyum
itu sudah ada, maka tinggal
meningkatkan lagi kualitas senyum tersebut, agar
lebih ikhlas lagi.
Karena senyum bukan sekadar mengangkat ujung bibir saja,
tapi yang utama
adalah keinginan membahagiakan orang lain. Rasulullah SAW
memberikan
perhatian yang luar biasa kepada setiap orang yang ditemuinya
sehingga
orang itu merasa puas. Diriwayatkan, bila ada orang yang
menyapanya,
Rasul menganggap orang tersebut adalah orang yang paling utama,
sesuai
kadar kemampuannya.

Walhasil, ketika Rasul berbincang dengan
siapa pun, maka orang yang
diajak berbincang itu senantiasa menjadi curahan
perhatian. Tak heran
bila cara memandang dan bersikap, ternyata menjadi
atribut kemuliaan
yang ia contohkan. Hal itu berpengaruh besar terhadap sikap
dan perasaan
orang yang diajak bicara.

Kemuramdurjaan, ketidakenakan,
dan kegelisahan itu muncul karena kita
belum menganggap orang yang ada
dihadapan kita sebagai yang paling
utama. Makanya, kita sering melihat
seseorang itu hanya separuh mata,
berbicara hanya separuh perhatian.
Misalnya, ketika ada seseorang yang
datang menghampiri, kita sapa orang itu
sambil baca koran. Padahal,
kalau kita sudah tidak mengutamakan orang lain,
maka curahan kata-kata,
cara memandang, cara bersikap, itu tidak akan punya
daya sentuh dan daya
pancar yang kuat.

Karena itu, marilah kita
berlatih diri meneliti wajah. Tentu bukan untuk
meremehkan, tapi mengambil
teladan wajah yang baik dan menghindari yang
tidak baik. Lalu praktikkan
dalam perilaku sehari-hari. Selain itu,
belajarlah untuk mengutamakan orang
lain, walaupun hanya sesaat saja.
Wallahu a’lam.

(KH Abdullah
Gymnastiar )

MArhaban Yaa Ramadhan (Lagi)

September 18th, 2006 by taufiek

waks… dah mo puasa lage, padahal posting terakhir gue judulnya marhaban yaa ramadhan. artinya dah ampir setaon gue gak pernah isi ini blog.

ada sebuah tulisan menarik yg gue ambil dari imel yg dikirim temen, semoga bermanfaat

- Andai ini Ramadhan Terakhir.. -

- 
wahai dikau…renunglah engkau akan nasib diri
wahai kalbu…sadarkah engkau akan gerak
hati
wahai akal…terfikirkah engkau akan apa yang bakal terjadi
andai ini merupakan Ramadhan yang terakhir kali
buatmu sekujur jasad yang bakal berlalu pergi
tatkala usia bernoktah di penghujung kehidupan duniawi
apabila tiba saat tepat seperti yang dijanji Ilahi
kematian…adalah sesuatu yang pasti

andai kau tahu ini Ramadhan terakhir
tentu siangnya engkau sibuk berzikir
biarpun tenggorokan kering kehausan air
tentu engkau tak akan jemu melagukan syair rindu
mendayu..merayu…kepada-NYA Tuhan yang satu

andai kau tahu ini Ramadhan terakhir
tentu sholatmu kau kerjakan di awal waktu
sholat yang dikerjai…sungguh khusyuk lagi tawadhu’
tubuh dan kalbu…bersatu memperhamba diri
mengadap Rabbul Jalil… menangisi kecurangan janji
“innasolati wanusuki wamahyaya wamamati
lillahirabbil ‘alamin”
[sesungguhnya solatku, ibadahku, hidupku, dan matiku...
kuserahkan hanya kepada Allah pemelihara sekalian alam]

andai kau tahu ini Ramadhan terakhir
tidak akan kau persiakan walau sesaat yang berlalu
setiap waktu tak akan disia-siakan begitu saja
di setiap kesempatan juga waktu yang terluang
alunan Al-Quran bakal kau dendang…bakal kau syairkan

andai kau tahu ini Ramadhan terakhir
tentu malammu engkau sibukkan dengan
bertarawih…berqiamullail…bertahajjud…
mengadu…merintih…meminta belas kasih
“sesungguhnya aku tidak layak untuk ke syurga-MU
tapi…aku juga tidak sanggup untuk ke neraka-MU”
oleh itu duhai Ilahi…kasihanilah daku hamba-MU ini

andai kau tahu ini Ramadhan terakhir
tentu
dirimu tak akan melupai mereka yang tersayang
ayo.. mari kita meriahkan Ramadhan
kita buru…kita cari…suatu malam idaman
yang lebih berkah dari seribu bulan

andai kau tahu ini Ramadhan terakhir
tentu engkau bakal bersedia batin dan zahir
mempersiap diri…rohani dan jasmani
menanti-nanti jemputan Izrail
di kiri dan kanan …lorong-lorong ridha Ar-Rahman

duhai Ilahi…
andai ini Ramadhan terakhir buat kami

jadikanlah ia Ramadhan paling berarti…paling berseri…
menerangi kegelapan hati-hati kami
menyuluhi diri ke jalan menuju ridha serta
kasih sayangMu Ya Ilahi
semoga bakal mewarnai kehidupan kami di sana nanti

namun saudara…
tak akan ada manusia yang bakal mengetahui
bahwa Ramadhan ini merupakan yang terakhir kali
hanya yang mampu bagi seorang hamba itu
berusaha…bersedia…meminta belas-NYA
andai benar ini Ramadhan terakhir buat kita..

 

Marhaban Yaa.. Ramadhan 1427 Hijriyah”

 

Semoga Ramadhan tahun ini lebih baik dari sebelumnya..

 

Mohon maaf jika ada kesalahan..

Marhaban Yaa Ramadhan

October 3rd, 2005 by taufiek

 
   
   

   

   

BISMILLA-HIRRAHMA-NIRRAHIYM

   

   

   

   

   

   

   

If there
    is a day, There Must Be a night

   

If there
    is a black, there must be a white

   

If there
    is a mistakes, there must be forgiveness

   

   

Mata
    kadang salah melihat….

   

Mulut
    kadang salah berucap….

   

Hati
    kadang salah menduga…..

   

Maafkan
    segala kekhilafan yang pasti ada….
   

   

   

=====
    Mohon Maaf Lahir dan Bathin ======

   

 
   

   


   

   

   

MARHABAN
    YAA RAMADHAN

   

 
   

   

Assalaamu’alaikum
    wr.wb..

   

Marhaban
    ya Ramadhan,
Bulan dimana nafas kita menjadi tasbih, tidur kita menjadi
    ibadah, amal kita diterima dan do’a kita di ijabah,

   

Sungguh
    cantik kain plekat, dipakai orang pergi ke pekan.
Puasa Ramadhan semakin
    dekat, silap dan salah mohon dimaafkan

   

Berharap
    padi dalam lesung, yang ada cuma rumpun jerami,
harapan hati bertatap
    langsung, cuma terlayang e-mail ini.

   

Sebelum
    cahaya surga padam, Sebelum hidup berakhir,
Sebelum pintu tobat
    tertutup, Sebelum Ramadhan datang,
kami sekeluarga mohon maaf lahir dan
    bathin….

   

Taqqobalahu
    Minna Waminkum, Taqoballahu Ya Karim,

   

Marhaban
    Ya Ramadhan

   

Allaahumma
    baariklanaa fi Sya’ban wa ballighnaa Ramadhan
Ya Rabb, berkahi kami pada
    bulan Sya’ban dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan,
Aminn.
   

   

" Do’a
    Malaikat Zibril Menjelang Ramadhan "
"Ya Allah tolong abaikan puasa
    ummat Muhammad, apabila sebelum memasuki bulan Ramadhan dia tidak melakukan
    hal-hal yang berikut:

   

* Tidak
    memohon maaf terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya (jika masih ada);
   
* Tidak berma’afan terlebih dahulu antara suami istri;
* Tidak
    berma’afan terlebih dahulu dengan orang-orang sekitarnya.
Maka
    Rasulullah pun mengatakan Amiin sebanyak 3 kali. Dapat kita bayangkan, yang
    berdo’a adalah Malaikat dan yang meng-amiinkan adalah Rasullullah dan para
    sahabat, dan dilakukan pada hari Jum’at.

   

SELAMAT
    MENUNAIKAN IBADAH PUASA 1425 H

   

   

SEMOGA
    KITA DAPAT MENJALANKAN IBADAH PUASA DENGAN OPTIMAL,
    AAMIN.

   

   

Wassalamu’alaikum
    Wr Wb

   


   

Mohon Maaf Lahir dan Bathin -
    Selamat Menunaikan Ibadah Puasa - Semoga Ibadah puasa kita dapat berjalan
    dengan optimal

   
   

 

   

      
      
       
         

 

   

 

   

      
      
       
         

   

 

   

      
      
       
         

Blue Ocean Strategy

August 30th, 2005 by taufiek

Judul        :  Blue Ocean Strategy: How to Create Uncontested
                   Market Place and Make the Competition Irrelevant
Pengarang: W. Chan Kim & Renée Mauborgne
Penerbit    : Harvard Business School Press, 2005

Eko Widodo

Banyak buku, artikel dan teori yang telah diterbitkan berkenaan dengan
masalah bagaimana memenangi persaingan. Sayang, tidak terdapat satu
cara yang mujarab untuk memenangi persaingan. Dari sekian banyak buku
yang membahas masalah hangat ini, hanya sedikit yang benar-benar
menawarkan gagasan baru bagaimana mengelola persaingan. Buku karangan
W. Chan Kim dan Renée Mauborgne — keduanya staf pengajar INSEAD di
Prancis — ini merupakan salah satu buku yang mampu memberikan
perspektif baru bagaimana memandang persaingan secara radikal. Tidak
dengan menghadapi persaingan secara langsung, melainkan dengan
menciptakan pasar baru yang berbeda dari pasar yang telah ada, dan
menciptakan arena baru yang tak dieksplorasi sebelumnya. Ini terutama
dilakukan dengan melakukan inovasi yang bernilai (value innovation),
yaitu inovasi yang mampu memberikan nilai tambah bagi pelanggan.

Konsep
inovasi yang bernilai merupakan hal yang cukup sentral dalam buku ini.
Tidak semua inovasi dapat memberikan nilai tambah bagi pelanggan.
Inovasi yang dilakukan hanya untuk menciptakan hal yang sekadar "baru",
tanpa memperhatikan kebutuhan dan keinginan dasar pelanggan, serta
kemampuan perusahaan untuk mengembangkannya lebih lanjut, tidak akan
mendatangkan inovasi yang bernilai. Pendekatan inovasi yang bernilai
adalah dengan mengidentifikasi parameter-parameter yang dianggap paling
bernilai oleh pelanggan dan mampu memberi pelanggan gabungan antara
sesuatu yang efektif secara biaya dan sekaligus mampu memberikan
sesuatu yang bernilai tinggi. Dan hal itu memang bukan pekerjaan yang
mudah.

Pertanyaan yang menggelitik ketika membaca judul buku
ini: mengapa digunakan istilah strategi lautan biru? Kedua penulis
menjelaskan bahwa terdapat dua strategi besar dalam melihat kondisi
persaingan yang ada, yaitu strategi lautan biru dan lautan merah.
Strategi lautan merah (red ocean strategy) merupakan istilah untuk
menggambarkan kondisi persaingan yang ada saat ini. Di dalam laut
merah, batas-batas industri atau pasar telah diterima dan didefinisikan
dengan jelas. Untuk memenangi persaingan, perusahaan hanya berusaha
mengungguli apa yang dilakukan oleh pesaing. Persaingan hanya terdapat
di dalam pasar itu. Namun, makin lama pasar pun makin penuh sesak,
akibat makin banyaknya pemain baru yang masuk. Terlalu banyak pemain
yang bermain di pasar itu mengakibatkan laba dan pertumbuhan perusahaan
menurun. Dalam kondisi demikian, terjadilah persaingan yang
berdarah-darah, yang tidak membawa keuntungan bagi banyak pihak. Model
persaingan yang terdapat dalam pasar seperti ini kadang kala menjurus
pada model persaingan zero sum game, di mana pihak yang kalah tidak
memperoleh apa-apa.

Strategi lautan biru (blue ocean strategy)
merujuk pada industri atau pasar yang belum ada saat ini. Suatu pasar
yang masih harus ditemukan lebih dulu, sehingga belum sempat dijamah
oleh persaingan. Dalam lautan biru, permintaan diciptakan bukan
diperebutkan. Persoalannya, dalam hal bagaimana menciptakan permintaan
(demand) baru. Karena belum diciptakan, maka besarnya pasar dan
permintaan di pasar itu bisa tidak terbatas. Di sana, persaingan belum
ada, karena memang belum ada pemain yang memasuki arena. Lautan biru
merupakan analogi untuk menggambarkan adanya potensi pasar atau
permintaan yang sangat besar, luas dan mendalam, yang belum
dieksplorasi seperti halnya sebuah lautan biru.

Namun, mengapa
para manajer sekarang masih cenderung berfokus pada strategi lautan
merah? Sebagian jawabnya dapat dilacak pada sejarah strategi bisnis
yang menganggap strategi merupakan masalah bagaimana memenangi
"peperangan", di mana arena perang dan lawan telah didefinisikan dengan
jelas. Telah banyak buku yang menganalogikan arena bisnis dengan arena
peperangan, termasuk bagaimana strategi memenanginya. Peperangan adalah
cara bagaimana mempertahankan dan memperbesar sumber daya dan
teritorial yang jumlahnya terbatas. Orientasinya, bagaimana mengungguli
lawan sebanyak dan secepat mungkin. Strateginya berdasarkan pada
kompetisi yang akan menentukan keberhasilan atau kegagalan perusahaan.
Keunggulan dalam mengatasi kompetisi akan menentukan nilai kinerja
perusahaan. Semakin banyak yang dikalahkan akan semakin bagus
perusahaan itu, bukan pada suatu penciptaan nilai baru.

Kendati
demikian, persaingan yang saling "membunuh" antarperusahaan tidak dapat
dipertahankan terus-menerus. Pada saat batas-batas antarnegara semakin
memudar dan informasi mengenai produk dan harga dapat tersedia dengan
cepat di mana pun dan kapan pun di dunia ini. Makin lama perbedaan
antarproduk makin memudar, karena produk yang unggul akan semakin cepat
muncul penirunya. Produk akhirnya cenderung homogen, dan persaingan
hanya akan berbasis pada harga. Maka, ini bukanlah solusi jangka
panjang.

Jika persaingan sampai pada tahap ini, akhirnya
mendorong perusahaan beralih pada strategi menciptakan inovasi yang
bernilai. Hal itu berarti beralih ke strategi persaingan lautan biru
seperti yang ditawarkan dalam buku ini. Perusahaan harus bergerak maju
melampaui strategi yang berorientasi persaingan. Jangan melihat pesaing
sebagai musuh, melainkan sebagai mitra untuk dapat secara bersama-sama
menciptakan inovasi yang bernilai bagi pelanggan. Memenangi persaingan
saja tidak mencukupi untuk jangka panjang, yang penting adalah
kemampuan untuk selalu dapat menghadirkan inovasi yang memiliki nilai
tinggi bagi pelanggan, baik sendiri maupun secara bersama-sama.

Jika
Anda masih ingat, lihatlah buku terlaris tentang persaingan berjudul In
Search of Excellence yang terbit tahun 1982. Dalam kurun waktu hanya
lima tahun, dua pertiga perusahaan yang disebut unggul dalam buku itu
telah mengalami penurunan yang berarti dan tidak unggul lagi. Dan yang
lebih menyedihkan, bukan hanya perusahaannya yang menurun, tapi juga
industrinya.

Contoh penerapan strategi lautan biru adalah apa
yang dilakukan oleh pertunjukan sirkus Cirque du Soleil. Secara umum
saat ini, industri sirkus berada dalam masa senja seiring semakin
maraknya jenis hiburan yang lain seperti film dan televisi. Cirque de
Soleil unggul tidak dengan jalan mengalahkan pesaingnya, tapi dengan
menciptakan pasar baru yang menjadikan persaingan tidak relevan lagi.
Dengan memformat pertunjukan sirkus seperti halnya pertunjukan teater,
dia telah menciptakan pasar baru. Pasar sirkus tradisional yang tadinya
anak-anak, dengan menambahkan unsur teatrikal, orang dewasa dan
penikmat teater pun turut menjadi pasarnya, sehingga pasarnya makin
meluas.

Contoh strategi lautan biru lainnya adalah apa yang
terjadi dalam industri mobil. General Motors telah mengalahkan Ford di
tahun 1920-an dengan membuat mobil yang bergaya untuk menandingi mobil
keluaran Ford yang gayanya cenderung monoton. Namun kemudian mobil
jenis ini dikalahkan pula oleh mobil Jepang — mobil kecil yang irit
bahan bakar — di tahun 1970-an, kemudian Chrysler menciptakan mobil
minivan pada 1980-an dan menjadi jenis mobil yang menguntungkan di masa
itu. Semuanya dilakukan dengan jalan menciptakan inovasi yang bernilai
bagi pelanggan dan menciptakan pasar baru. Berani masuk ke arena
persaingan baru yang belum dimasuki perusahaan lain.

Meskipun
terminologi lautan biru merupakan istilah baru, keberadaannya telah
lama. 30 tahun silam belum ada produk/jasa yang sekarang mendominasi
pasar. Ketika itu belum ada produk seperti telepon seluler, ritel
diskon, gerai kopi, home video dan lain sebagainya. Sekarang, coba
bayangkan apa yang akan terjadi 30 tahun ke depan. Pasti lebih banyak
lagi produk/jasa baru yang ditemukan. Dan perusahaan yang menemukannya
akan memperoleh keunggulan yang berarti. Sejarah merupakan cermin yang
baik untuk melihat apa yang hendak terjadi di masa depan. Di masa lalu
telah banyak dihasilkan inovasi yang bernilai, di masa depan pastilah
semakin banyak inovasi bernilai yang diciptakan. Persoalannya, siapa
yang lebih dulu mampu menciptakan inovasi yang bernilai itu?

______________________________________________
Peresensi adalah Staf Pengajar Unika Atma Jaya Jakarta.

* Dikutip dari Majalah SWA Edisi 14/2005, 7 Juli 2005

Renovate Before You Innovate

August 29th, 2005 by taufiek

Judul          : Renovate Before You Innovate, Why Doing the New Thing Might Not Be the Right Thing.

Pengarang  : Sergio Zyman, 2004

Roy Goni
                  

Ketika perusahaan gagal menciptakan top-line dan bottom-line growth, maka pilihannya cuma satu: inovasi! Kebanyakan CEO bahkan sangat menyakralkan kata inovasi sebagai cara menyiasati pertumbuhan perusahaan. Ungkapan “inovasi atau mati” telah menjadi semacam mantra di kalangan industri, konsultan, pebisnis ataupun penulis buku. Begitu banyak judul buku yang mengupas tentang inovasi. Di Amazon.com terdapat sekitar 2 ribu judul buku tentang inovasi. Dua guru inovasi saat ini Gary Hammel dan Tom Peters bahkan telah menjadi semacam ikon di kalangan industri ataupun pebisnis sebagai sang penyelamat perusahaan. Lihat saja apa yang biasa dikhotbahkan kedua guru itu — biasanya seputar de-risk-unfamiliar opportunities, innovation rules — senantiasa menimbulkan decak kagum di kalangan industri dan pebisnis. Persoalannya, yang dikhotbahkan itu membawa dampak bagi pertumbuhan perusahaan ataukah tidak? Ternyata, bagi mayoritas perusahaan: tidak. Formula inovasi ibarat makanan yang tinggi kandungan karbohidratnya. Awalnya terasa enak tetapi lama-kelamanan justru membuat tubuh semakin gemuk dibanding sebelum mengonsumsinya.

Menurut Zyman, budaya inovasi telah menjadi gerbong paling akhir dari rangkaian business fads. Begitu banyak konsep yang masuk dalam gerbong fads, antara lain, reengineering, TQM, MBWA, teori X,Y,Z, downsizing, restrukturisasi, MBO, CRM — semuanya datang dan pergi silih berganti. Kebanyakan konsep itu sebenarnya tidaklah jelek. Persoalannya, sering kali bersumber pada para fadmeister yang terlalu menyederhanakan  gagasan yang kompleks ke dalam janji yang muluk, terutama karena para fadmeister mengatakan bahwa segala persoalan yang dihadapi perusahaan akan selesai dengan menyewa jasa mereka sebagai konsultan. Persoalan lain yang juga nampak dalam pentas bisnis saat ini  adalah kenyataan bahwa di banyak perusahaan, para eksekutif old guard ingin menciptakan legenda agar selalu dikenang, sedangkan para eksekutif muda sedang berburu reputasi. Maka, sampailah pada kesimpulan yang sama bahwa satu-satunya cara melakukan terobosan adalah dengan: inovasi!

Sayang, kebanyakan eksekutif lebih didorong untuk memuaskan ego mereka, juga mengejar reward seperti yang tersirat di balik filosofi korporat tentang inovasi, bahwa Wall Street akan memberikan reward yang tinggi untuk semua inovasi yang diharapkan dapat memberikan yield.

Bagi kebanyakan perusahaan yang melakukan inovasi, paling sedikit pernah  mengalami satu atau lebih dari lima kesalahan berikut ini. Pertama,  perusahaan yang berinovasi biasanya terlalu memberi perhatian pada kompetensi inti ketimbang esensi inti, padahal pemahaman atas kedua aspek ini sangat penting. Esensi inti sangat kritikal dalam menentukan ke mana arah bisnis, bukannya kompetensi inti. Kedua, perusahaan yang berinovasi sangat mendewakan  kreativitas, berapa pun biaya yang harus dikeluarkan untuk itu, dan memperlakukan semua gagasan baru itu mempunyai potensi yang sama, padahal tidak semua gagasan baru berpotensi sama untuk menciptakan nilai.

Ketiga, perusahaan membatasi pemahaman inovasi hanya pada produk baru, dan lupa bahwa inovasi adalah tentang menciptakan nilai-nilai baru bagi konsumen, pelanggan dan bisnis. Keempat, perusahaan yang berinovasi lebih fokus pada pertumbuhan bisnis  secara horisontal melalui pengembangan pasar baru, bisnis baru, merek baru, arah baru dan konsumen baru. Kelima, perusahaan berinovasi dengan mengakuisisi perusahaan lain ketimbang tumbuh secara organik.

Inovasi sendiri sesungguhnya bukanlah gagasan yang jelek. Dalam banyak situasi bisnis terlihat bahwa inovasi sangat esensial bagi pertumbuhan bisnis. Namun di sisi lain, di banyak perusahaan justru risiko inovasi  jauh lebih besar ketimbang hasil yang diperoleh. Itulah realitas yang diangkat Zyman dalam buku ini, karena kenyataannya begitu banyak cerita sedih dari inovasi. Bagi Zyman, mitos bahwa inovasi adalah segala-galanya rasanya   perlu direnungkan ulang. Ada cara yang lebih elegan bila perusahaan ingin tumbuh secara organik. Bagaimana solusinya?

Zyman, praktisi dengan pengalaman panjang sebagai Chief Marketing Officer  Coca-Cola dan konsultan, menuangkan gagasannya dalam buku ini dengan menyarankan langkah pragmatis: renovasi! Dengan renovasi perusahaan tidak perlu harus melakukan perubahan besar yang  sangat berbeda seperti layaknya inovasi. Cukup  melakukan sesuatu secara lebih baik  dengan aset dan kompetensi yang dimiliki. Secara sederhana renovasi dimulai dengan apa saja yang sudah dimiliki oleh perusahaan — bisnis, merek, konsumen, kompetensi – dan menjadikannya lebih baik. Bagi renovasi berlaku filosofi: Let’s find out what we can sell and see whether we can make.

Sangat berbeda dari filosofi inovasi: Let’s start with what we can build and then see whether we can sell it. Dari kedua filosofi ini jelas sekali bahwa kedua konsep berbeda bukan pada hasil yang dicapai, tetapi pendekatan yang dipakai untuk mencapai hasil. Zyman begitu yakin dengan pendekatan renovasi, karena pada dasarnya adalah esensi inti  dan relasi yang telah terbentuk dengan pelanggan, sehingga peluang sukses lebih besar. Sementara bagi bisnis yang melakukan strategi inovasi, tantangannya jauh lebih besar sebab harus melakukan persuasi pada konsumen baru  untuk membeli produk. Adalah jauh lebih sulit memengaruhi konsumen untuk membeli sesuatu yang Anda buat ketimbang membuat sesuatu yang Anda tahu bahwa konsumen akan membelinya. Sayang, banyak perusahaan yang lebih memilih berinovasi, tetapi mereka gagal menangkap esensi dari inovasi itu sendiri sehingga malah menjadi bencana.

Agar perusahaan mampu melakukan renovasi secara efektif, gagasan Zyman dituangkan melalui alur pikir yang sistematis di buku ini ke dalam 6 prinsip renovasi, yaitu:  renovasi cara berpikir, renovasi destinasi bisnis, renovasi competitive space, renovasi segmentasi, renovasi positioning merek, dan renovasi pengalaman konsumen. Ke-6 prinsip diracik secara memikat dalam alur bahasan dengan pemaparan sejumlah kasus sukses dan kegagalan dalam penerapan inovasi versus renovasi. Yang juga menarik, pembaca disuguhi bagaimana aplikasi strategi renovasi pada Coca-Cola Company.

Dengan konsep renovasi, nampaknya Zyman menawarkan sebuah jalan alternatif yang bebas hambatan — dan relatif aman bagi perusahaan untuk tumbuh secara organik ketimbang horisontal yang justru lebih banyak membawa bencana. Barangkali pengalaman Zyman baik ketika meluncurkan New Coke yang ternyata gagal maupun pengalaman konsultasi di sejumlah perusahaan membawa kepada sebuah realitas baru bahwa ternyata inovasi bukanlah terapi yang pas bagi kebanyakan perusahaan. Menurut Zyman, justru banyak perusahaan lebih membutuhkan renovasi untuk meningkatkan kinerja bisnisnya. Bila selama ini kita seperti terbuai dengan alunan inovasi, kini saatnya beralih ke renovasi, lebih riil dan kasat mata.

____________________________________

Peresensi adalah inspirator pemasaran.

* Dikutip dari Majalah SWA Edisi 10, Tanggal 12 Mei 2005